Kamis, 05 April 2012

Happy birthday !

Bertambah usia. 
Bertambah pula beban hidup yang harus diemban. 
Usia bertambah, usia yang mengajarkan kita.
Waktu.. Hanya waktu yang mendewasakan.
Usiamu semakin bertambah
Semakin jelas tergambar aku melihat sosokmu
Sosok, sebuah sosok yang kebapakan katanya
Semua sudah terlihat
Aku hanya bisa berdoa, semoga kau sehat selalu
Semoga segera bisa membahagiakan kedua orang tua dan adik-adikmu
Semoga bisa semua impianmu tercapai
Semoga hubungan kita semakin erat dan diberi kemudahan
Dan semoga doa-doa ini terkabul
Selamat ulang tahun... Semoga doa-doa ini mengiringi langkahmu ke dapan. Amin :)






Happy 2th Anniversary !


         
        Dua tahun bukan waktu yang sejenak. Bukan tanpa pengorbanan dan usaha mempertahankan umur kita bersama. Aku berterimakasih telah diberikanmu. Semakin di atas semakin terjang pula angin berhembus. Semakin lama maka akan semakin banyak ujian untuk kita hadapi bersama. Aku tidak akan pernah lelah menegurmu jika salah, seperti halnya kau selama ini. Ini adalah masa terlamaku dan kau juga. Berdua, kita bersama-sama berusaha untuk mencapai impian kita.
       Terimakasih masih mempercayakanku untuk kujaga hatimu. Bismillah... Long last !

-270310-

Kamis, 09 Februari 2012

Awal Februari yang indah

        Tepat tanggal 1 februari kemarin, ada kejadian yang mengubah hidupku menjadi lebih baik. Waktu itu kami berada di ruang tamu rumah membincang sesuatu yang serius. Tak lama kemudian kakakku datang duduk di sampingku. Pembicaraan makin serius.
        Kemudian mapu mulai berbincang dengan kakakku, disela-sela perbincangannya dia berkata : "Saya commit dengan dita, mungkin saya dulu pernah melakukan kesalahan x tapi sekarang tidak lagi. Saya commit dengan dita untuk hubungan yang serius". Aku kaget bukan main saat dia berkata demikian kepada kakakku, dua hal yang aku kagetkan adalah pertama mapu berani berkata kepada kakak kandungku kalau dia commit kepadaku dan meminta bantuan untuk hubungan kita selanjutnya. Kedua, dia berani mengakui kesalahannya yang lampau kepada kakakku dan berjanji tidak mengulanginya lagi demi hubungan yang lebih serius lagi. Kakakku pun mau membantu, dan perencanaan beberapa tahap selanjutnya pun dimulai. Dari merencanakan pertemuan dengan orangtuaku, pertemuan keluarga mapu dengan keluargaku dan pertunangan atau pernikahan.
        Ya, baru petama kali aku mempunyai seorang pasangan yang berani ke tahap sampai tahap berbicara dengan kakakku seserius ini dan merancang masa depan. Banyak hal yang dalam diriku sendiri akan kupersiapkan. Banyak hal yang harus aku pelajari dengan mapu. Kami berdua mempersiapkan hal tersebut lebih baik lagi.
        Sejak perbincangan itu pun perasaan kami satu sama lain makin bergejolak. Sikap kami dengan satu sama lain pun lebih lebih lebih nyaman. Kami merasa lebih menjaga perasaan dan percaya dengan satu sama lain. Hubungan kami pun lebih lebih lebih baik lagi. Memang jodoh ada di tangan Allah, kami berdua hanya bisa berharap dan merencanakan dengan melakukan yang terbaik. Semoga usaha dan doa kami didengar dan dikabulkan Allah. Amin Ya Rabb :)

Kamis, 05 Januari 2012

Story about you, mom

    Ibu, mama, bunda, emak apapun sebutan itu untuk ibu dia tetaplah ibu. Aku memanggil ibuku dengan sebutan mama.Kakak-kakakku memanggil orang tua wanitaku ini dengan ibu tetapi entah mengapa aku memanggil orangtua wanitaku ini dengan sebutan mama, kalau kata ibuku karena aku tinggal dilingkungan yang memanggil ibunya adalah mama, maka akupun meniru itu.  Dan mungkin ini panggilan spesial dari seorang anak yang spesial. :)
    
    Aku adalah anak bungsu dikeluargaku, anak kelima. Jarak umur kakakku ke-4 dengan aku pun selisih 9 tahun, ya kalau dibilang aku anak yang kebobolan atau tidak diharapkan. 
    
   Ketika usiaku cukup untuk pergi kuliah ke luar dan ingin kuliah ke perguruan tinggi di Jogjakarta bersama nenek di sana, aku tidak diperbolehkan oleh ibuku. Butuh beberapa hari untuk memperdebatkan aku kuliah dimana dengan egoku dan ego orangtuaku. Alhasil, aku hanya bisa kuliah di perguruan tinggi di malang. Ya ketika itu aku hanya berpikir mungkin kedua orangtuaku ingin menjaga anaknya karena mungkin takut aku terpengaruh oleh dunia luar yang kejam. Sayangnya selalu begitu kepadaku.
    
   Ibuku selalu mengerti aku apadanya aku, entah mengapa segala sesuatu tindakan kecilku bisa di interpretasikan dengan tepat oleh ibuku ini. Dulu aku pernah mengalami jatuh dalam suatu keterpurukan karena suatu hal. Beberapa hari aku mengurung diri di rumah dan tidak makan. Kemudian tiba-tiba ibuku datang dan merangkulku dengan menangis seolah dia tahu bagaimana perasaan yang sedang aku alami saat itu. Sampai-sampai aku harus disuapkan makanan oleh ibuku sendiri. Segitu mengertinya engkau ibuku dengan aku anakmu ini. :)
   
   Dan beberapa hari yang lalu, entah darimana kami bercerita tentang kelulusanku dan pekerjaanku kelak.
Ibuku berkata : " Kalau dita lulus dan kerja ke luar kota atau ke surabaya, nanti aku ikut tinggal di sana, nanti beli rumah di sana".
Aku: " Lha terus rumah di malang ini gimana,ma?"
Ibuku: " Dikontrakan sajalah, buat biaya kamu nikah ntar juga. Pokoknya mama harus ikut dita kemana"

   Sontak, aku kaget dengan apa yang di katakan oleh ibuku ini. Begitu dalamnya rasa kasih sayangnya kepadaku yang baru benar-benar aku rasakan. Beliau seolah tidak mau pergi dari pelukan anaknya ini. Otomatis airmatapun jatuh. Ya aku berharap ketika aku memutuskan untuk kerja aku akan tetap dekat dengan orang tuaku ini. Ketika aku lulus nanti memakai baju toga masih berharap mama datang memberikan selamat kepadaku. Ketika aku menikah, aku berharap mama masih bisa berjalan menuntunku di pelaminan. Ketika aku melahirkan seorang anak, aku berharap mama masih ada menungguku melahirkan cucunya kelak. Aku berdoa kepada Allah semoga kedua orangtuaku ini masih diberikan umur yang panjang dan barokah agar dapat melihatku bahagia dan bangga kepadaku suatu saat nanti. Benar-benar menginginkan ini Ya Tuhanku. Semoga engkau kabulkan. Amin      

      
    - teruntuk mamaku tersayang, jangan pernah letih menyayangiku sepanjang usiamu. Terimakasih banyak telah melahirkanku, menjaga dan merawatku selama ini.-
anakmu